BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

Rabu, 15 Mei 2013

Pesawat Terpaksa Mendarat Setelah Pilot Terkunci

Pesawat Terpaksa Mendarat Setelah Pilot Terkunci
Air India dilanda isu keselamatan penerbangan termasuk masalah rem dan retaknya jendela kokpit.

Pesawat Air India dipaksa mendarat setelah pilotnya terkunci di luar kokpit atau ruang kemudi pesawat sekembalinya dari toilet karena pintu kokpit macet.

"Pilot pimpinan penerbangan meninggalkan kokpit sejenak untuk pergi ke toilet, tetapi ketika kembali, pintu kokpit sudah terkunci. Pintu itu macet dan tetap tidak bisa dibuka meski kami sudah mengerahkan segala upaya, termasuk juga oleh pilot pembantu yang berada di dalam," demikian seperti dinyatakan Air India.

Pesawat dengan penerbangan AI 403 itu semula akan terbang dari Delhi ke Bangalore, tetapi kemudian dialihkan dan mendarat di bandara Bhopal.

"Pilot pembantu kemudian meminta izin untuk mengalihkan penerbangan ke Bhopal dan mendarat pada pukul 17.55."

Pintu kokpit akhirnya dibetulkan dan perjalanan dilanjutkan sekitar tiga jam kemudian.

Air India saat ini juga sedang menggelar penyelidikan atas kasus yang berbeda, yaitu matinya sistem pilot otomatis Airbus 321 yang terbang dari Bangkok ke Delhi pada tanggal 12 April lalu.

Dugaan karena pramugari

Insiden terkuncinya pintu kokpit ini, menurut The Mumbai Mirror, terjadi ketika dua pilot beristirahat selama 40 menit di luar kokpit. Sebagai gantinya, dua pramugari diminta duduk di kursi di kokpit, sementara pesawat terbang dengan kendali otomatis.

Salah satu dari pramugari secara tidak sengaja mematikan tombol pilot otomatis sehingga pilot segera mengakhiri istirahatnya untuk kembali ke kursinya, tetapi pintu terkunci.

Air India menyangkal laporan itu, tetapi mengaku bahwa pramugari memang berada terlalu lama di kokpit dan tombol autopilot untuk sementara tidak bisa berfungsi "karena gangguan".

Maskapai Ari India dalam beberapa tahun belakangan mengalami masalah keuangan.

Selain itu, Air India juga dilarang terbang di beberapa negara sejak awal tahun karena berbagai insiden, termasuk bocornya bahan bakar, retaknya jendela kokpit, masalah rem, dan listrik.

Dalam perkembangan lain, Menteri Penerbangan Udara Ajit Singh mengatakan bahwa enam pesawat Boeing 787 Dreamliner Air India akan mulai lagi beroperasi pada akhir Mei nanti, dan dimulai dengan penerbangan domestik pada Rabu (15/5/2013) ini.

Larangan terbang pesawat itu menyusul keputusan Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) setelah ditemukannya serangkaian insiden yang melibatkan pesawat Boeing 787.

Singh juga mengatakan, ia memperkirakan maskapai ini akan mencatatkan kerugian bersih sekitar 40 miliar rupee atau sekitar 730 juta dollar AS untuk tahun fiskal berjalan yang berakhir pada Maret 2014, dibandingkan dengan sekitar 52 miliar rupee pada tahun sebelumnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar