BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...

Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?

1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.

2. Data yang transparan langsung dari airline.

3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.

4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.

5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.

6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.

Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama kami, selengkapnya silahkan klik disini

Selasa, 15 Oktober 2013

Kisah Budak yang Jadi Jamaah Haji Pertama Asal Inggris


Kisah Budak yang Jadi Jamaah Haji Pertama Asal Inggris

Joseph Pitts diyakini sebagai pria muslim Inggris pertama yang melaksanakan ibadah haji. Pria yang hidup pada 1663 hingga 1739 ini pada zamannya merupakan budak.

Meski Pitts kemungkinan bukan muslim Inggris yang pertama kali berhaji, setidaknya pria ini telah mengeluarkan tulisan pertama di Inggris tentang haji. Sementara, wanita mislim dari Inggris yang tercatat pertama kali menunaikan ibadah haji adalah Lady Evelyn Cobbold (1867-1963).

Diberitakan Arab News, (15/10/2013), Joseph Pitts yang lahir di Exeter ini telah mengenyam pendidikan dasar sebelum berkelana melintasi samudera di saat muda. Pada perjalanan pertamanya pada 1678, perahunya ditangkap oleh patroli Aljazair saat berada di lepas pantai Spanyol.

Kemudian Pitts 2 kali dijual sebagai budak di Aljazair. Setelah itu, Pitts memeluk agama Islam. Sekali lagi dia dijual oleh tuan ke duanya. Saat itulah Pitts menemani tuan ke tiganya untuk perhi berhaji ke Mekah sekitar tahun 1685 atau 1686. Keduanya tiba di Jeddah, Arab Saudi, dan menghabiskan waktu selama 4 bulan di Tanah Suci sebelum pergi ke Madinah.

Setelah menunaikan ibadah haji, Pitts mendapatkan kebebasannya. Dia kemudian menghabiskan waktunya beberapa tahun sebagai tentara di Aljazair, sebelum melarikan diri saat bertugas di laut.

Pitts melintasi Italia dan Jerman dengan berjalan kaki. Dia kembali ke Ingris setelah 17 tahun meninggalkan tanah kelahirannya itu. Di malam pertamanya di tanah kelahirannya, Pitts dipaksa bersekongkol melawan Angkatan Laut. Saat dibebaskan, dia menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku berjudul "A Faithful Account of the Religion and Manners of the Mahometans" yang diterbitkan pertama kali pada 1704. Versi lengkapnya diterbitkan pada 1731.

Buku ini kemudian di terbitkan ulang, bersamaan dengan komentar yang diberikan oleh sarjana Arab Paul Auchterlonie dengan judul "Encountering Islam; Joseph Pitts: An English Slave in 17th-century Algiers and Makkah."

Buku itu mencakup hampir semua elemen "religi dan sopan santun", termasuk diskripsi dalam Bahasa Inggris-untuk pertama kalinya-tentang situs-situs suci di Mekah dan Madinah. Semua ritual dan praktik sehari-hari muslim dijelaskan secara mendalam oleh Pitts dalam buku ini.

Yang didiskripsikan dalam buku itu antara lain masakan Turki dan anak Aljazair, perempuan, dan gulat. Di antara itu semua, tema yang diulang adalah kekaguman Pitts terhadap kekhusuyykan dan kepatuhanmuslim pada aturan ritual mereka. Dia juga menulis emosi yang mengharukan para peziarah saat mereka melakukan haji.

Sementara, Lady Evelyn yang merupakan sosialita, pemilik perkebunan di dataran tinggi Scotlandia juga tercatat sebagai perempuan kelahiran Inggris yang pertama menunaikan ibadah haji ke Mekah.

Lady Evelyn yang Fasih berbasa Arab ini melaksanakan haji pada tahun 1933. Dia mengeluarkan catatannya yang berjudul "Pilgrimage to Makkah" tahun berikutnya.

Sumber: liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar